Selasa, 13 April 2010


Salah satu tokoh dari eksistensialisme adalah Karl Jaspers. Berikut adalah biografi singkat mengenai Karl Jaspers.

Karl JaspersBiography

Biografi
Jaspers was born in Oldenburg in 1883 to a mother from a local farming community and a father who was a jurist.
Jaspers lahir di Oldenburg pada tahun 1883. Ibunya merupakan masyarakat petani setempat dan ayahnya adalah seorang ahli hukum. Jaspers menunjukkan minat awal dalam bidang filsafat. Meskipun demikian, pengalaman ayahnya, yang memiliki sistem hukum yang jelas, mempengeruhi keputusan Jaspers untuk belajar hukum di Universitas. Akan tetapi pada tahun 1902, Jaspers, yang terlihat tidak berminat dengan hukum, beralih untuk belajar kedokteran.
Jaspers graduated from medical school in 1909 and began work at a psychiatric hospital in Heidelberg, where Emil Kraepelin had worked some years earlier.
Jaspers lulus dari sekolah kedokteran pada tahun 1909 dan mulai bekerja di sebuah rumah sakit jiwa di Heidelberg, di mana Emil Kraepelin pernah bekerja beberapa tahun sebelumnya. Jaspers merasa tidak puas dengan cara komunitas medis saat mendekati penelitian penyakit mental dan menetapkan sendiri tugas untuk meningkatkan pendekatan psikiatri. Pada tahun 1913 Jaspers diberi tugas sementara untuk menjadi guru psikologi di Universitas Heidelberg.
He showed an early interest in philosophy although his father's experience with the legal system undoubtedly influenced his decision to study law at university.It soon became clear that law was not something Jaspers particularly enjoyed and he switched to studying medicine in 1902.Jaspers became dissatisfied with the way the medical community of the time approached the study of mental illness and set himself the task of improving the psychiatric approach.In 1913 Jaspers was given a temporary post as a psychology teacher at Heidelberg University.

Setelah menjabat sebagai dosen psikiatri (1913-1916 di Heidelberg sebagai privat dossen, 191601921 sebagai ordinaris psikologi), memindahkan perhatiannya ke filsafat. Hal ini terjadi pada tahun 1919, ketika ia menulis bukunya bukunya Die Psychologie der Weltanschauungen atau "Psikologi Pandangan-Pandangan Dunia". Pada tahun 1921-1937 ia menjabat guru besar filsafat di Heidelberg. Karyanya yang paling penting guna mengetahui sistemnya adalah Philosophie, atau "Filosofi" (1932). Karl Jaspers dihormati di Jerman dan Eropa, dan ia tetap menonjol di masyarakat filosofis sampai kematiannya pada tahun 1969.He was a renowned philosopher, well respected in Germany and Europe, and he remained prominent in the philosophical community until his death in 1969.


Berikutnya, kita akan membahas mengenai filsafat eksistensialisme yang diajarkan oleh Karl Jaspers.

So.. Don't miss it..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar