
Novel Middlesex merupakan sebuah novel karangan Jeffrey Eugenides yang menceritakan mengenai kehidupan seorang transgender. Tokoh utama dalam novel ini adalah Calliope Stephanides, seorang pria yang sedari lahir hingga berusia 14 tahun dibesarkan menjadi seorang perempuan.
Fakta-Fakta
Bagi yang belum pernah membaca novel Middlesex ini, berikut dicantumkan beberapa hal penting mengenai kehidupan tokoh utama dari novel ini, Calliope Stephanides.
1.Calliope memiliki kromosom XY, memiliki hormon testosteron yang tinggi, mengalami sindrom kekurangan enzim 5-alpha-reductase, ketidakmampuan membentuk sintesis dihidrotestosteron, dan memiliki klitoris yang besar.
2.Saat lahir, dokter mengatakan kepada orang tua Calliope bahwa ia berjenis kelamin perempuan.
3.Dari kecil hingga berusia 14 tahun, Calliope hidup sebagai anak perempuan. Ia menggunakan pakaian perempuan, pakaian dalam perempuan, dan diajarkan untuk bertingkah laku sebagai seorang anak perempuan.
4.Calliope tidak pernah mengalami menstruasi, payudaranya tidak tumbuh, dan tumbuh kumis pada wajahnya. Agar orang tuanya tidak cemas, Calliope berpura-pura mengalami menstruasi saat ia berusia 12 tahun.
5.Calliope memiliki ketertarikan seksual terhadap perempuan. Saat berusia 7 tahun, ia pernah berciuman dengan anak perempuan. Pada usia 13 tahun, Calliope melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan.
6.Saat berusia 14 tahun, Calliope mengetahui bahwa ia sebenarnya adalah seorang pria. Ia memutuskan untuk merubah dan menjalani hidupnya sebagai seorang pria. Ketika Calliope mengetahui hal ini, ia memotong rambutnya, mulai menggunakan pakaian pria, menggunakan celana boxer, dan mengubah namanya menjadi Cal Stephanides. Cal memilih untuk bekerja di departemen luar negeri. Hal ini dilakukan agar ia tidak harus berada di satu tempat/negara dalam waktu yang lama.
7.Saat menjadi laki-laki, Cal berusaha menutupi kekurangannya dengan menata gaya berpakaiannya. Di dalam lingkungan, Cal terlihat seperti pria pada umumnya. Ia dapat masuk ke dalam toilet pria, namun ia menggunakan kloset duduk (tidak dapat menggunakan kloset berdiri). Ia berani untuk mandi di shower umum, namun jika keadaannya sepi dan tidak ada yang memperhatikannya. Cal juga selalu berhati-hati saat berjalan agar tidak menggoyangkan pinggulnya seperti seorang wanita ketika ia sedang berjalan.
8.Cal termasuk pria yang aktif dalam mendekati dan menjalani hubungan dengan wanita. Akan tetapi, hubungannya tidak mendalam karena ia takut untuk memperlihatkan apa yang ada di balik celana boxernya.
Analisis
Permasalahan utama yang dihadapi Calliope dalam novel ini adalah kebingungannya mengenai identitas gender. Secara genetis, Calliope seharusnya adalah seorang pria. Namun selama 14 tahun awal kehidupannya, ia menghayati dirinya sebagai seorang wanita. Akibatnya, ia memiliki kesulitan ketika harus merubah cara pandang dan penghayatan terhadap jenis kelamin dirinya yang seharusnya, yaitu seorang pria. Calliope pun mengalami kesulitan yang besar ketika ia harus menentukan jenis kelamin yang akan ia pilih untuk menjalani sisa hidupnya. Jika ia memilih sebagai pria, ia tidak tahu cara bertingkah laku sebagai pria dan harus merubah dirinya, mulai dari cara berpakaian, berbicara, berjalan, cara berpikir, dan sebagainya, agar dapat terlihat seperti pada pria umumnya. Sedangkan jika Calliope memilih menjadi wanita, ia tidak akan bisa menjadi seperti wanita pada umumnya, mengalami menstruasi, tumbuh payudara, dan ia memiliki ketertarikan seksual pada wanita.
Ketika pilihan telah dibuat, Calliope harus bertanggung jawab terhadap pilihannya tersebut. Akan tetapi, ia tetap tidak dapat melupakan kebiasaan-kebiasaan masa lalunya sebagai seorang wanita. Calliope juga memiliki ketakutan-ketakutan tersendiri ketika menjalani hidupnya sebagai seorang pria. Sebagai contoh, ia merasa harus berhati-hati ketika berjalan agar tidak terlihat seperti seorang wanita. Walaupun Calliope berusaha mengatasi kekurangannya dengan cara mengubah cara berpakaian dan melatih ototnya, ketakutannya ini tetap dapat ia rasakan. Dan ketakutan ini pula yang membuat Calliope tidak dapat menjalin hubungan yang mendalam dengan seorang wanita, karena takut untuk menunjukkan jenis kelamin dirinya yang sebenarnya.
+copy.jpg)
menurut kelompok kami...kami setuju dengan analisis yang digambarkan oleh kelompok ini tentang kebingungan tokohnya dalam mengidentifikasi gendernya....namun penghayatan tokohnya manurut kelompok kami kurang mendalam...pola pikir dari si tokoh kurang tergambarkan..coba hayati dengan cara mengikuti alur pola pikirnya biar karater dari tokohnya tergambarkan dan terhayati...semoga saran dari kelompok kami dapat bermanfaat yah...
BalasHapushttp://psikologianeks.blogspot.com/
Vita, Silmi, Switenia, Shandyca, vitra