
Film ini berkisah tentang Ennis Del Mar dan Jack Twist, dua orang lelaki yang bertemu di sebuah peternakan domba pada tahun 1963 dan secara tak terduga, menjalin hubungan yang intim. Setelah tugas mereka selesai, mereka kembali ke kehidupan masing-masing, dan lalu memperoleh istri dan anak-anak. Meskipun telah mendapatkan kehidupan yang 'normal', ternyata keduanya masih memendam asmara terhadap satu sama lain. Mereka mulai kembali berhubungan melalui kartu pos dan bertemu setiap beberapa lama sekali. Sepanjang waktu tersebut, keduanya harus bertahan menghadapi tekanan keluarga dan masyarakat serta kekhawatiran akan terungkapnya hubungan mereka.
Pada film ini kita dapat mengamati bagaimana dua orang yang merupakan pasangan homoseksual berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan tetap memperdulikan pandangan lingkungan. Di sini, terdapat beberapa hal yang menarik untuk dibahas.
Pertama, di sini kita dapat melihat usaha Ennis dan Jack untuk terus mempertahankan hubungan mereka. Hal ini dapat disebabkan karena kepuasan yang mereka peroleh dari hubungan yang mereka jalin. Kepuasan ini tidak tidak dapat mereka peroleh dari hubungan dengan orang lain (misalnya dengan perempuan). Walaupun mereka berusaha untuk melupakan perasaan itu dengan cara menikahi perempuan dan menjalin kehidupan seksual seperti layaknya pasangan normal, namun cara ini tidak dapat berhasil karena mereka tetap membutuhkan satu sama lain. Pengalaman yang mereka alami membuat penghayatan yang berbeda, sehingga mereka tidak dapat melupakan pengalaman tersebut. Pada akhirnya hubungan pernikahan dengan lawan jenis hanya menjadi salah satu upaya mereka untuk mempertahankan hubungan tanpa mendapatkan pandangan negatif dari lingkungan.
Bagi Ennis, hubungannya dengan Jack memberikan perasaan bebas pada diri Ennis. Ketika bersama Jack, Ennis dapat melupakan permasalahan kehidupan yang ia hadapi, seperti mencari uang, mengurus anak, dan lain-lain. Saat bersama Jack, ia dapat melakukan apa pun yang dia inginkan, bersenang-senang, dan melupakan permasalahan yang ia hadapi. Dengan pergi ke Brokeback Mountain, ia juga dapat pergi ke tempat sepi di mana di sana ia bisa bebas tanpa memperdulikan pendapat orang lain. Oleh karena itu, ia terus mempertahankan hubungannya dengan Jack.
Bagi Jack sendiri, ia merasa menjadi penting dan dibutuhkan ketika berada bersama dengan Ennis. Ketika berada di rumah, ia merasa bahwa istrinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dan ketika Jack bertemu kembali dengan Ennis, Ennis menunjukkan rasa rindu yang mendalam dan menggambarkan bahwa Ennis sangat membutuhkan Jack. Perasaan penting dan dibutuhkan ini membuat Jack tidak dapat berpisah dan terus mempertahankan hubungannya dengan Ennis. Selain perasaan dibutuhkan, terdapat kepuasan seksual yang didapatkan oleh Jack (dan juga oleh Ennis) dalam hubungan seksual yang mereka lakukan.
Pada dasarnya tiap orang memiliki keinginan untuk bergantung kepada orang lain dan dimanjakan oleh pasangannya. Jika ia menjalin hubungan dengan lawan jenis, posisi Ennis maupun Jack sebagai laki-laki mengharuskan mereka untuk memberikan pemanjaan kepada lawan jenisnya(di mana hal ini sesuai dengan pandangan umum mengenai hubungan antara pria dan wanita). Ketika Ennis bersama dengan Jack, Ennis dapat bermanja kepada Jack. Hal yang sama juga terjadi pada Jack. Ketika ia bersama dengan Jack ia bisa bermanja kepada Ennis. Mereka dapat melepaskan ‘topeng’ mereka dan menjadi diri mereka apa adanya tanpa harus mengikuti pandangan umum mengenai sikap pria yang seharusnya ketika berhadapan dengan lawan jenisnya.
Kedua, kita dapat melihat perbedaan sudut pandang dalam memandang hubungan yang mereka jalin antara Ennis dan Jack. Ennis berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan Jack, akan tetapi Ennis sendiri merupakan orang yang sangat memperdulikan pandangan lingkungan. Eksistensi Ennis menjadi terbatas dengan adanya kehadiran orang lain. Hal ini membuat Ennis tidak dapat menunjukkan keberadaan dirinya dengan bebas. Sedangkan Jack yang tidak terlalu memperhatikan pandangan lingkungan dapat menunjukkan keberadaan dirinya dengan lebih terbuka. Hal ini terlihat dari cara-cara dan pendapat-pendapat Jack dalam mempertahankan hubungan mereka.
Selain itu, bagi Ennis sendiri Jack merupakan satu-satunya orang yang dapat memenuhi kebutuhan dirinya, sehingga ia tidak berusaha mencari orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan Jack, ketika pemenuhan kebutuhannya terhambat, ia berusaha mencari orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini ditunjukkan dari perilaku Jack yang pergi ke Meksiko ketika tidak bisa bersama dengan Ennis.
Hal ketiga yang menarik untuk dibahas dari film ini adalah akhir cerita dari film ini, di mana Ennis tidak dapat melupakan Jack dan Brokeback Mountain walaupun Jack telah meninggal. Penghayatan yang dalam serta pengalaman yang dialami menciptakan pengalaman tersendiri bagi Badan Subyek. Oleh karena itu, ketika ia tidak sedang berada di Brokeback Mountain atau ketika melihat foto Brokeback Mountain, ia selalu teringat dengan pengalamannya di Brokeback Mountain bersama Jack Twist.
+copy.jpg)
menurut kelompok kami untuk tampilan blognya sudah cukup bagus, namun dari segi penulisan masih kurang rapi, sehingga kami merasa kesulitan untuk membaca tulisannya..
BalasHapusuntuk analisisnya coba fokuskan pada satu tokoh saja, sehingga penghayatannya dapat lebih jelas dan konflik dapat terlihat dari satu tokoh saja..
semoga masukan ini dapat bermanfaat yaa =)
kami stuju dgn pendapat di atas.. kami bingung sebenarnya yang dibahas dalam analisis ini siapa, Ennis atau Jack atau kedua2nya? analisisnya sudah bagus, terasa apa yang menjadi sudut pandang Ennis sbg pemeran utama (betul tidak? kalau dr analisis spertinya sih tlihat bgtu..), saran saja sedikit, disamping editing yang terlalu rapat, mungkin bisa ditampilkan apa yang memperlihatkan Ennis merupakan orang yang sangat memperdulikan pandangan lingkungan? apa penghayatan Ennis saat menghadapi lingkungan itu?
BalasHapussmoga bisa bermanfaat.. ^^
oya kami : vita,shandyca,siti silmi, switenia, vitra (psikologi aneks@blogspot.com)
BalasHapus1. Kalau masalah tampilan, jujur kami juga sedikit bingung. Kenapa paragrafnya tidak bisa kami atur, sehingga tulisannya menjadi rapat-rapat seperti di atas. Ada saran yang konkrit untuk mengatasi masalah ini ??
BalasHapus2. Kami memilih untuk membahas keduanya, baik Ennis maupun Jack, karena menurut kami pemahaman mengenai mengapa Ennis tetap mempertahankan relasi homoseksualnya dapat lebih dipahami jika kita melihat relasi yang ia bangun dan perbedaan tingkah laku antara Ennis dan Jack. Kami mencoba mengambil pelajaran dari contoh pembahasan film Jarhead di kelas Analisis Eksistensial. Dengan melihat perbedaan ini, kami dapat lebih memahami mengapa Ennis tetap mempertahankan relasi homoseksual yang ia jalin. Walaupun pemahaman ini mungkin belum dapat kami lakukan dengan benar dan lebih mendalam.
Mengenai fakta mengenai Ennis yang terlihat sangat memperhatikan lingkungan, mungkin fakta-faktanya kurang kami masukkan jadi teman-teman merasa tidak bisa melihatnya. Ini mungkin kekurangan kami. Tapi ini juga upaya kami memotivasi teman-teman untuk menonton filmnya dan membahas analisisnya bersama kami. He he
BalasHapusTerima kasih buat saran-sarannya.. d^o^b
kalau film jarhead hasilnya gimana ?
BalasHapus